Free Lines Arrow
Menjadi Aku

Dulu aku pernah sabar, hingga sekarang tidak ada bedanya
Dengan gelap malam yang selalu aku tentang dengan lampu-lampu temaram
Sampai lupa ada gelap lain setelah kelopak mata terpejam
Lalu lepaslah rindu membalas dendam

             Biar aku munafik
             Karena aku tidak mau jadi nabi sendirian

             Biar aku tercabik
             Karena aku tidak mahir jadi karang dalam peran

Karena hari kemarin tak akan pernah berubah
Seperti ketika aku berkata sudah karena lelah

Menjadi aku yang tak pernah temu
wahai kau, perempuanku.

Banjarnegara, 28 Agustus 2014

4 notes
Sampai waktu kau menjadi butiran yang enggan beranjak dari awan. Biar aku menjadi tanah yang terangkat perlahan; menjemput hujan dari kemaraunya kerinduan. 8 notes
Ini bukan perkara berani membuka hati atau masih mencinta masa lalu. Ini hanya tentang diri sendiri yang belum merasa pantas. (via jalansaja) 74 notes
Bahagiamu malam ini, doaku yang diamini. (via katadistorsi) 11 notes
Perempuanku

Aku melihat seseorang perempuan duduk sendiri, diam dan menangis. Sabar, lemah, pasrah atau cengeng kah dia? Aku tak berani mengambil kesimpulan, karena kata orang ‘aku tak tahu apa-apa’. Entah dia sabar, lemah, pasrah atau cengeng, mungkin bisa jadi gabungan dari kesemuanya.

Yang aku tahu hanya dia sendirian, diam dan menangis, yang aku pahami hanya pipinya yang basah dan dia tak menyekanya.

Panas begitu terik, keringatku sampai kering dibuatnya. Aku berlalu sembari menyempatkan menengok kebelakang memastikan, apakah air matanya ikut kering? Tetapi aku sudah terlalu jauh berjalan. Terlalu sulit untuk memastikannya. 

Yang aku lihat sekarang hanya senyumnya.

Bagaimana bisa manusia masih bisa tersenyum di panas yang begitu terik ini?

Entah bagaimana bisa dia tersenyum. Peduli setan.

Yang aku rasakan hanya penyesalan, yang aku endapkan hanya kehilangan.

Banjarnegara, 28 Mei 2014

6 notes
Kamu tersenyum membaca tulisanku. Padahal aku menulisnya karena membaca senyummu. Quote (via kunamaibintangitunamamu) 159 notes
Ampunilah aku, yang bukan siapa-siapamu tetapi khawatir. Zarry Hendrik (via mbeeer) 55 notes
Selalu menghitung perjuangan, pengorbanan dan semua yang telah dilakukan demi seseorang lalu merasa kecewa karena tidak terbalas adalah lifestyle masa kini. Ikhlas sepertinya adalah sesuatu yang sudah dianggap ketinggalan zaman. 16 notes
Satu hal yang tidak disadari oleh orang yang selalu menyembunyikan perasaannya; tidak ada yang pernah ingin mencari tahu bagaimana perasaannya. 10 notes
  • A: "Pada akhirnya, menjadi yang selalu ada tidaklah cukup.."
  • B: "Iyalah, manusia kapan ngerasa cukupnya?"
6 notes
Ah manusia terlalu jauh memandang, mencari sesuatu yang sebenarnya selalu ada; di balik kelopak mata.   1 note
Kadang kau harus meneladani matahari. Ia cinta pada bumi; tapi ia mengerti; mendekat pada sang kekasih justru membinasakan.

Salim Akhukum Fillah (via erstudio)

gapernah bosen nge-reblog ini, quotes favorite :)

Rinduku tertuji pada langit…jangankan pelan mendekat, baru beranjak gravitasi sudah memaksaku duduk lagi.

(via kekasihsenja)

137 notes
#30HariMenulisSuratCinta Hari ke-3: Kepada Seluruh Perempuan yang Selalu Merasa Tersakiti

Kepada seluruh perempuan yang selalu merasa tersakiti,

Aku menulis surat ini untuk kalian dengan cinta tanpa berharap kalian cintai. Aku merasa tak perlu  menanyai kabar kalian karena aku merasa kalian akan selalu menjawabnya dengan baik-baik saja, dan akan selalu begitu. Aku tak peduli apakah itu keadaan yang sebenarnya atau kalian hanya berusaha agar  terlihat kalian baik-baik saja. Aku tak peduli, tapi aku percaya kalian. Aku percaya kalian adalah pribadi yang tegar. Pribadi yang  tetap tegar menghadapi hujatan ‘sok tegar’ dari yang merasa lebih tegar.

Aku percaya kalian, tapi aku tak peduli. Karena dengan aku tak peduli, aku bisa makin percaya bahwa kalian bisa tetap hidup bahagia tanpa kepedulianku, kepedulian mereka dan kepedulian yang lain-lain yang sebenarnya tidak terlalu kalian butuhkan. Yang kalian butuhkan hanyalah merasa tetap bahagia, karena dunia perlu kalian bahagia. Seperti yang tertulis dalam suatu kitab, dunia semakin mendekati akhir zaman ketika perempuan lebih banyak jumlahnya dari laki-laki. Bagaimana bisa dunia yang akan habis ini dihuni oleh kalian yang  tidak bahagia yang jumlahnya lebih banyak dari pada jumlah  laki-laki.

Untuk masalah penyebab kalian tidak bahagia seperti cinta, harta, karier dan sebgaianya, aku tidak peduli. Ya memang karena aku tidak peduli. Tapi aku percaya kepada kalian, dan akan selalu percaya.

Tertanda,

Aku, Yang Selalu Percaya.

2 notes